PROSES PRODUKSI DAN PEMBUATAN
GENTENG JATIWANGI
A. TAHAP
AWAL PEMILIHAN DAN PENGOLAHAN TANAH
LIAT/LEMPUNG
Proses pembuatan awal produksi Genteng
Jatiwangi diawali dengan pemilihan bahan baku berupa tanah liat/lempung yang
layak dan memiliki kualitas untuk dijadikan genteng. Tanah tersebut diambil
dari tanah sawah yang masih produktif dengan cara penggalian sampai mencapai
kedalaman kurang lebih 1 meter. Setelah digali tanah tersebut dibawa kedalam
lingkungan pabrik untuk dilakukan pemisahan antara tanah, batu, plastik dan
dikumpulkan sampai membentuk bukit. Tanah tersebut didiamkan ditempat terbuka
nantinya dijadikan persediaan bahan baku untuk 1 tahun kedepan. Waktu
penggalian tanah dilakukan 1 kali dalam setahun yaitu pada saat musim kemarau.
Tahap selanjutnya yaitu persiapan pengolahan
tanah dengan cara tanah tersebut dicangkul dengan alat cangkul dicampur dengan
air secukupnya dan diaduk-aduk sampe membentuk seperti bubur setelah itu
didiamkan terlebih dahulu selama 1 hari agar tanah tersebut menjadi padat. baru
tanah tersebut digunakan untuk bahan baku genteng jatiwangi tahap
penggilingan/pemadatan tanah liat dimana untuk menghasilkan genteng jatiwangi yang
berkualitas.
B. PROSES
PENGGILINGAN/PEMADATAN TANAH LIAT
Maksud dari proses penggilingan
yaitu suatu proses pemadatan tanah liat dengan menggunakan mesin
penggilangan/molen agar menjadi halus, padat dan merata dibentuk menjadi
persegi empat/kotak atau disebut Empleng, bertujuan agar mempermudah pada saat
pencetakan genteng dimesin pencetak genteng. Cara kerja mesin penggilingan
tersebut adalah tanah liat yang sudah diolah pada proses awal, lalu dimasukan
kedalam mesin penggilingan/molen dengan dicampur dengan sedikit pasir menjaga
agar tanah liat tersebut tidak terlalu lembek dan mempermudah dalam proses
penggilingan. Untuk ukuran Empleng tersebut akan berbeda tergantung nantinya
akan dibuat untuk genteng palentong atau genteng morando. Setelah selesai
dibuat kotak-kotak (empleng) sesuai ukurannya tanah tersebut dibawa ke ruangan
tempat pencetakan genteng.
C.
PROSES PENCETAKAN
GENTENG JATIWANGI
Tahap selanjutanya Pencetakan
Genteng yaitu suatu proses pembentukan genteng dengan menggunakan Mesin Press Ulir
(manual) dengan tenaga manusia atau Mesin Press Semi Otomatis dengan
menggunakan tenaga listrik, dalam sehari mampu mencetak sekitar 2000 biji
genteng morando jatiwangi dan genteng palentong
jatiwangi sekitar 2500 biji alat press tersebut berupa piring yang dibentuk
dengan besi yang disesuaikan dengan jenis dan ukuran genteng yang akan dibuat seperti contoh Genteng
palentong, Genteng morando, Gentng
nok/wuwung dan Aksesoris Genteng dan didalam alat press tersebut tercantum nama
perusahaan masing-masing si pembuat genteng tersebut. Cara kerja mesin press
tersebut adalah tanah liat dari hasil penggilingan/molen berbentuk kotak-kotak
dibawa keruangan pencetakan genteng sebelum dimasukan ke mesin press tanah liat
tersebut dipadatakan/digeplak diatas
meja besi dibuat menjadi lebih tipis dan dicampur dengan minyak tanah untuk mempermudah
proses dalam mesin pencetaakan dan tidak lengket. Hasil dari mesin press
tersebut berbentuk genteng basah dengan bentuk masih belum rapih dari sisa-sisa
tanah liat yang masih menepel dibagian tepi genteng. sehingga perlu dibersihkan
dan dirapihkan dengan menggunakan pisau khusus. tenaga kerja dibagian tersebut keseluruhannya
wanita. Setelah rapih disimpan dalam rak penyimpanan genteng di dalam ruangan.
Bertujuan untuk mengeringkan genteng yang masih basah.
D.
PROSES PENGERINGAN
GENTENG JATIWANGI
Dalam proses pengeringan akan dibagi
menjadi 2 tahap :
1.
Pengeringan didalam Rak Genteng/diangin-anginkan
Artinya adalah genteng basah hasil dari pencetakan
yang sudah dibersihkan dan disortir tidak langsung dijemur dibawah sinar
matahari melainkan disimpan dalam rak yang terbuat dari bambu didalam
penyimpanan genteng didalam ruangan, cukup diangin-anginkan saja selama kurang
lebih 3 hari pada saat musim kemarau dana pada musim penghujan sekitar 4-5 hari.
Bertujuan menjaga genteng tersebut kering dan tidak mudah pecah/belah.
2.
Pengeringan dengan bantuan Sinar
Matahari
Yaitu merupakan proses pengeringan
genteng langsung dilakukan dibawah terik sinar matahari. Dengan cara genteng
yang disimpan di Rak Genteng yang telah melalui tahap pengeringan langsung
dibawa ke area terbuka disusun dengan posisi genteng tersebut ditidurkan dan
dibolak – balik selama kurang lebih 7 (tujuh) dibawah terik sinar matahari
dengan cuaca bagus tidak mendung atau hujan.
Yang akan menjadi kendala proses
pengeringan genteng jatiwangi pada saat musim penghujan karena masih
mengandalkan panas dari sinar matahari untuk 1 kali bakar saja waktunnya bisa
sampai 1 minggu bahkan lebih.
E.
PROSES PEMBAKARAN
GENTENG JATIWANGI
Tahap selanjutnya yaitu Proses Pembakaran
Genteng merupakan faktor penentu dalam pembuatan genteng jatiwangi berhasil
atau gagalnya dalam pembuatan genteng jatiwangi. Karena akan dipengaruhi oleh
beberapa faktor apakah Tenaga Kerja bagian penyusunan genteng didalam tungku
pembakaran atau Tenaga Kerja bagian petugas pembakaran genteng dan faktor lain
seperti kayu bakar harus benar-benar kering, atau faktor cuaca dan angin. Karena
untuk pembakaran genteng jatiwangi masih menggunakan system tradisional, sehingga
beberapa faktor sebelum melakukan pembakaran harus diperhatikan apabila tidak
ingin nantinya dalam proses pembakaran mengalami kegagalan/rugi. Dan tenaga
kerja yang bertugas untuk menyusun dan membakar genteng hanya orang-orang
tertentu saja yang sudah berpengalaman tidak bisa sembarangan dan telah
memiliki jam terbang tinggi.
Proses Pembakaran Genteng yaitu
genteng kering sudah melalui tahap penjemuran di masukan kedalam tungku
pembakaran dengan cara disusun keatas dengan posisi genteng berdiri. Bentuk
tungku pembakaran genteng tersebut berbentuk segi empat terbuat susunan bata
merah dengan tinggi kurang lebih sekitar 4 - 6 meter dibawahnya terdiri dari 4
lubang kana 2 kiri 2 dengan lubang menyambung antara kanan dengan kiri
ditengahnya hanya diberi kerangka besi tempat meletakan genteng bertujuan agar
panas api masuk kedalam tungku. Kapasitas tungku pembakaran bervaraiatif ada
yang isi 7.000 pcs genteng, 10.000 pcs dan
15.000pcs genteng.
Untuk system pembakaran penysusunan
kayu bakar pun hanya ditempatkan disamping lubang – lubang tungku pembakaran
dibagian bawah sehingga untuk pembakaran genteng jatiwangi tidak langsung oleh
Api melainkan hanya diambil panasnya saja seperti menyerupai teknologi
pembakaran dengan menggunakan system oven.
Pembakaran ada yang disebut Pra Pembakaran
genteng yaitu dilakukan pembakaran
dengan suhu rendah dibawah 1000 derajat celcius sekitar ± 6 jam bertujuan
mengeringkan genteng, dinaikan lagi suhu pembakaran diatas 1000 deraja celcius
lamanya sekitar ± 8 jam dengan menjaga suhu pembakaran tetap stabil tidak boleh
suhu menjadi rendah atau bahkan menjadi naik nantinya akan berpengaruh terhadap
hasil pembakaran genteng menjadi kurang baik atau bahkan gagal . Untuk
memastikan pembakaran genteng tersebut matang merata disetiap tungku disediakan
lubang kecil untuk melihat keadaan genteng dan api didalam tungku apakah sudah
berwarna merah jingga. Setelah dipastikan pembakaran genteng matang maka tahap
selanjutnya proses pendinginan dengan cara genteng masih berada didalam tungku
namun api pembakaran dimatikan proses pendingingan lamanya sekitar ± 12 jam.
Sampai dengan tahap ini untuk
Genteng Jatiwangi sudah siap dipasarakan namun melalui proses Sortir terlebih
dahulu. Genteng yang telah memalui proses pembakaran tahap pertama dengan
sebutan Genteng Jatiwangi Natural. Seperti Genteng
Palentong Natural, Genteng Gambe Natural, Genteng Morando Natural, dan
Nok/Wuwung Natural serta Aksesoris Genteng Jatiwangi Natural.
F.
PROSES PENGGELASURAN
GENTENG JATIWANGI
Penggelasuran adalah pewarnaan pada
permukaan genteng dengan bahan kimia khusus menyerupai bahan keramik bukan
menggunakan cat genteng. Untuk memperindah penampilan genteng. Salah satu bahan
dasar glazur tersebut yaitu tepung kaca dan dicampur dengan bahan kimia lain
dengan media air. Sebelum digunakan bahan-bahan kimia tersebut timbang terlebih
dahulu dan diracik ditambah sedikit tanah dengan air sebagai pelarut. Lalu
diaduk-aduk sampai benar-benar tercampur rata diatas penyaringan sambil
menuangkan air kedalam wadah. Dengan maksud nanti airnya saja yang digunakan
untuk ampasnya dibuang. Wadah yang biasa
digunakan adalah tong plastik besar atau bekas drum aspal yang sudah dipotong
setengahnya.. Setalah itu diendapkan semalaman didalam wadah keesokan harinya
baru dapat digunakan.
Alat yang digunakan untuk
menggelasur kepermukaan genteng bukan menggunakan Koas Cat yang ada dipasaraan
melainkan dikucur/dicurahkan langsung ke permukaan genteng dengan alat gayung
buat mandi dari plastik dilakukan satu persatu ke permukaan genteng dibawahnya
menggunakan ember plastik. Setelah selesai diglazur genteng Natural tersebut
tidak langsung digunakan melainkan akan dibakar kembali didalam tungku
pembakaran. Genteng tersebut dimasukan kedalam ketungku dan disusun sejajar
keatas dengan posisi genteng berdiri atau sama halnya dengan pembakaran genteng
natural. Untuk waktu pembakaraan sekitar kurang lebih 12 jam dan pendinginan 12
jam. Disini ada perbedaan cara pembakaran dengan genteng natural untuk pembakaran
genteng gelazur pra pembakaran kurang lebih selama ± 4 jam dan ± 8 jam dengan
suhu tinggi diatas 1000 derajat celcius dengan suhu dijaga tetap stabil sampai
dengan selesai agar hasil dari genteng glasur tersebut memiliki warna yang
cerah tidak buram maupun gelap.
Tujuan penggalzuran untuk
memperindah dan memeprcantik segala jenis genteng serta tahan terhadap Cuaca,
Lumut dan Jamur sehingga genteng awet dan tahan lama. Genteng Glazur dengan warna
umum Genteng Jatiwangi adalah warna Coklat Muda (Glazur Transparan), Warna
Coklat Tua (Glazur Brown) dan Warna Hitam Kilap (Antik) dan Warna Premium
seperti Glazur Biru, Glazur Hijau, Glazur Hijau Toska dan Glazur Merah Marun.
Untuk semua jenis genteng jatiwangi
dapat diglazur seperti Genteng Palentong Glazur, Genteng Gambe Glazur dan
Genteng Morando Glazur beserta Nok/wuwung beserta Aksesoris gentengnya. Untuk
pemilihan warna nantinya disesuaikan dengan selera masing-masing.
G.
PROSES PENYORTIRAN GENTENG JATIWANGI
Tahap yang terakhir yaitu tahap penyortiran bertujuan untuk memastikan
genteng yang sudah siap dipasarkan telah melalui tahap sortir.
Setelah melalui tahap sortir agar terlihat rapih dan mudah
untuk pengangkutan genteng maka genteng
tersebut dilakukan pengikatan dengan alat dan tali striming band, untuk genteng
jumlah 1 ikat isi 10 pcs genteng dan untuk genteng palentong 1 ikat isi 15 pcs
genteng namun untuk genteng palentong jarang diikat tergantung permintaan
konsumen.
Genteng Jatiwangi saat ini banyak diminati konsumen
selain memiliki kelebihan awet dan tahan lama dan saat ini telah memiliki
beraneka ragam warna. Selain mudah dalam penggantian dan perawatan saat ini
juga sudah banyak dipadukan dengan Rangka Atap Baja Ringan. Untuk masalah harga
pun genteng jatiwangi lebih ekonomis dan masih kompetitif dengan produk genteng
lain.
Artikel ini dibuat dari proses
produksi Pabrik Genteng Rai Karya Jatiwangi dengan situs
semoga artikel ini bermanfaat dan bisa membantu
anda dalam memutuskan melakukan pembelian genteng produksi jatiwangi untuk
rumah hunian impian anda. serta menghargai dan mencintai produk dalam negeri
tercinta ini.
